• home

Ilmuwan Temukan Jawaban Gen Pemicu Hidup Kekal


Imajinasi 'hidup kekal' seperti McCloud Highlander mungkin masih terlalu jauh dari kenyataan. Namun, menjadi awet muda tentu banyak orang yang tertarik.

Ilmuwan berhasil menemukan empat gen ‘Father Time’ yang menentukan seberapa cepat manusia menua serta bagian mana yang mengendalikannya. Gen ini menyala dan mati berdasarkan faktor lingkungan dan gaya hidup atau memang sudah diprogram sejak awal.

Peneliti yakin, mengetahui cara kerja gen ini akan membawa pada obat anti penuaan generasi baru.
“Kami menemukan, perubahan epigenetic berkaitan dengan sifat usia. Menggunakan pengetahuan yang kami dapat, kami bisa lebih memahami mekanisme biologis,” kata Dr Jordana Bell dari King’s College London.

Di sisi lain seperti dilaporkan Dailymail, direktur kampus itu, profesor Tim Spector mengatakan, hasil studi ini memberi pandangan pertama potensi untuk mencari gen terkait penuaan dan cara memodifikasinya untuk mulai menciptakan terapi anti penuaan.

Mengapa Bulan/Matahari Tampak Lebih Besar di Cakrawala?


Gejala bulan / matahari lebih besar pada saat dekat dengan cakrawala hanyalah ilusi, karena otak kita berpikir bahwa arah cakrawala lebih jauh daripada di titik kulminasi / zenith. 

Karena itu ketika kamu melihat bulan / matahari terbit di cakrawala dan perlahan-lahan naik ke zenith ia akan tampak semakin mengecil.


Fenomena ini juga dikenal sebagai Ilusi Bulan dan juga sama kasusnya dengan Matahari. Ilusi ini terjadi karena ketika Bulan / Matahari sedang di cakrawala secara tidak sadar kita  membandingkannya dengan obyek latar depan seperti pohon, rumah, gunung atau kadang dengan cakrawala itu sendiri sehingga Bulan / Matahari tampak lebih besar dibanding ketika Bulan / Matahari menggantung sendirian di langit. 

Kasus ilusi Bulan ini mirip atau sama dengan yang namanya ilusi Ponzo atau ilusi optik geometri dimana otak berpikir bahwa apapun yang ada di atas berada lebih jauh maka ukurannya pasti lebih besar. Tapi dalam kenyataannya ukurannya sebenarnya sama. 

Ada juga yang menduga kalau ilusi tersebut terjadi karena pembiasan. Tapi, pembiasan atmosfer hanya perpengaruh pada penggepengan piringan matahari/bulan (yang justru membuat bulan/matahari lebih kecil pada sumbu vertikalnya) dan juga perubahan warna menjadi lebih merah.

Sumber : Pengembara Angkasa - langitselatan.com

Melahirkan di Usia 10 Tahun Sudah Biasa di Kolombia?

Melahirkan di usia sangat muda adalah hal biasa di kalangan penduduk asli Kolombia, yakni masyarakat suku Wayuu. Gadis 10 tahun ini misalnya, harus merasakan sakitnya proses bersalin ketika anak perempuan seusianya masih main boneka.

Melahirkan Usia 10 Tahun Di Kolumbia Itu Sudah Biasa

Gadis yang tidak disebutkan namanya ini datang ke rumah sakit datang ke rumah sakit pada pekan lalu saat kandungannya sudah berusia 39 pekan. Ia datang dengan keluhan perdarahan dan nyeri hebat karena rahimnya terus-menerus mengalami kontraksi.

Selain karena usianya masih sangat muda yakni baru 10 tahun, hal lain yang mengejutkan para dokter adalah bahwa selama ini si gadis belum pernah sekalipun memeriksakan kandungannya. Kunjungannya ke rumah sakit kali ini benar-benar baru pertama kalinya sejak hamil.

Mengingat usia kandungan yang sudah cukup dan juga kondisi fisik si gadis secara keseluruhan cukup baik, para dokter memutuskan untuk melakukan operasi caesar. Meski tidak melalui persalinan normal, bayinya yang berjenis kelamin perempuan akhirnya lahir dalam kondisi sehat.

Kasus tersebut mencatatkan si gadis asal Kota Manaure, Kolombia ini sebagai salah satu ibu termuda di dunia yang melahirkan bayi dalam kondisi sehat. Sayangnya hingga kini belum jelas siapa suaminya, meski ada yang berspekulasi bahwa ayahnya adalah laki-laki yang juga baru berusia 15 tahun.

Meski demikian, kasus bukanlah hal yang aneh di kalangan penduduk suku Wayuu yang banyak mendiami wilayah La Guajira Peninsula di bagian utara wilayah Kolombia. Wilayah yang mendapat otonomi khusus ini memang dibebaskan untuk menjalankan tradisi leluhur, termasuk tradisi menikah lalu melahirkan di usia sangat muda.

Efrain Pacheco Casadiego, direktur rumah sakit yang merawat si gadis membenarkan bahwa kasus semacam ini sering dijumpai di kalangan suku Wayuu. Meski demikian, pihak yang berwajib tidak bisa menindak siapapun karena pemerintah Kolombia harus menghormati otonomi dan tradisi suku Wayuu.

"Kami telah melihat beberapa kasus serupa di kalangan gadis-gadis Wayuu. Ketika anak perempuan seusia itu seharusnya main boneka, gadis-gadis ini sudah harus mengurus anak. Ini mengejutkan," kata Dr Casadiego.



5 Geng Motor Paling ditakuti di AS


Sejumlah aksi brutal yang ada di Jakarta belakangan ini sudah sampai merenggut nyawa manusia tak berdosa, aksi kekerasannya membuat reputasi club atau komunitas motor jadi terkesan buruk yang tidak sama dengan kelompok kecil komunitas seperti geng motor. Dimana pada umumnya komunitas atau klub motor berada di bawahan asuhan kepolisan, dan tingkat sosial kegiatan ke-masyarakatan dari club/komunitas sangat tinggi. Akan tetapi dengan ulah geng motor yang sekarang ini 'unjuk gigi' membuat kelompok masyarakat menjadi resah dengan aksi teror brutal dari tindakan kriminal mereka.

Keresahan yang ada di Jakarta serupa juga terjadi di Amerika Serikat. Di negeri Paman Sam, keberadaan geng motor sudah terbilang cukup lama. Walau aksi mereka tak kalah meresahkan, sampai sekarang mereka masih juga menderu-deru di jalanan.

Berikut 5 geng motor yang paling ditakuti di AS:

1. Outlaws
http://hermawayne.blogspot.com
Geng motor ini merupakan yang paling tua di AS. Lahir pada tahun 1935 di Bar Matilda, ia menjadi acuan bagi geng motor lainnya. Mereka kerap melakukan aksi ilegal seperti transaksi narkoba secara terbuka.

2. Hell's Angels
http://hermawayne.blogspot.com
Ini merupakan geng motor terbesar di AS. Geng yang memiliki lambang tengkorak bersayap ini didirikan pada tahun 1948 di California. Aktivitasnya tidak hanya touring, juga melakukan transaksi narkoba dan menjarah sejumlah minimarket.

3. Mongols MC
http://hermawayne.blogspot.com
Ini adalah geng motor yang terdiri dari orang-orang yang kecewa pada Hell's Angels. Setelah lahir, geng ini jadi musuh besar Hell's Angels. Mereka kerap baku hantam dengan anggota Hell's Angels, bahkan saling tusuk hanya karena hal-hal sepele.

4. Warlocks
http://hermawayne.blogspot.com
Geng motor ini terkenal rasis. Untuk menjadi anggotanya harus berkulit putih. Geng yang didirikan veteran perang AS pada 1967 di Philadephia ini memiliki lambang menyerupai simbol mitologi Yunani kuno, Harpy, yang dilengkapi dengan sayap. Biasanya mereka menyerang geng yang beranggotakan warga keturunan Afrika atau Mongol.

5. Bandindos
http://hermawayne.blogspot.com
Didirkan pada tahun 1966 di Texas oleh kelompok veteran perang Vietnam, Lambang mereka unik: gambar kartun orang Meksiko memakai sombrero.

Tips Menghilangkan Rasa Galau


 
Masih suka ngerasa galau karena abis putus sama pacar atau hubungan percintaan sedang gak bagus? Simak ini.

Banyak cara menghilangkan rasa galau di hati kalian. Berikut adalah tipsnya.

1. Jika sedang galau, kalian bisa mengalihkan dengan mengkonsumsi makanan yang enak dan kalian suka.

2. Cari teman untuk curhat. Ceritakan semua perasaan yang kalian rasakan seperti uneg-uneg dengan kekasih kalian.

3. Ajak teman-teman melakukan wisata bersama-sama. Hal tersebut bisa membuat galau kalian sedikit demi sedikit akan hilang.

4. Berusaha menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi agar galau tidak menjadi berkepanjangan.

5. Cerita atau share dengan salah satu orang tua. Misalnya, cerita kepada Ayah atau ibu kalian. Mereka pasti tahu gimana cara yang tepat untuk mengatasi galau atau gundah gulana yang kalian rasakan.

Selamat mencoba, semoga kalian tidak lagi dilanda rasa galau yang berkepanjangan. 

Rahasia Menjadi Orang Beruntung


Kita semua pasti mengenal tokoh si Untung dalam komik Donald Bebek. Berlawanan dengan Donald yang selalu sial. Si Untung ini dikisahkan untung terus. Ada saja keberuntungan yang selalu menghampiri tokoh bebek yang bernama asli Gladstone ini. Betapa enaknya hidup si Untung. Pemalas, tidak pernah bekerja, tapi selalu lebih untung dari Donald. Jika Untung dan Donald berjalan bersama, yang tiba-tiba menemukan sekeping uang di jalan pastilah itu si Untung. Jika Anda juga ingin selalu beruntung seperti si Untung, don't worry, ternyata beruntung itu ada ilmunya.

Professor Richard Wiseman dari University of Hertfordshire Inggris, mencoba meneliti hal-hal yang membedakan orang-orang beruntung dengan yang sial. Wiseman merekrut sekelompok orang yang merasa hidupnya selalu untung, dan sekelompok lain yang hidupnya selalu sial. Memang kesannya seperti main-main, bagaimana mungkin keberuntungan bisa diteliti. Namun ternyata memang orang yang beruntung bertindak berbeda dengan mereka yang sial.

Misalnya, dalam salah satu penelitian The Luck Project ini, Wiseman memberikan tugas untuk menghitung berapa jumlah foto dalam koran yang dibagikan kepada 2 kelompok tadi. Orang-orang dari kelompok sial memerlukan waktu rata-rata 2 menit untuk menyelesaikan tugas ini. Sementara mereka dari kelompok si Untung hanya perlu beberapa detik saja! Lho kok bisa? Ya, karena sebelumnya pada halaman ke-2, Wiseman telah meletakkan tulisan yang tidak kecil berbunyi “Berhenti menghitung sekarang! ada 43 gambar di koran ini”. Kelompol sial melewatkan tulisan ini ketika asyik menghitung gambar. Bahkan, lebih iseng lagi, di tengah-tengah koran, Wiseman menaruh pesan lain yang bunyinya: “Berhenti menghitung sekarang dan beritahu ke peneliti Anda menemukan ini, dan menangkan $250!”. Lagi-lagi kelompok sial melewatkan pesan tadi! Memang benar-benar sial.

Singkatnya, dari penelitian yang diklaimnya “scientific” ini, Wiseman menemukan 4 faktor yang membedakan mereka yang beruntung dari yang sial:

1. Sikap terhadap peluang
Orang beruntung ternyata memang lebih terbuka terhadap peluang. Mereka lebih peka terhadap adanya peluang, pandai menciptakan peluang, dan bertindak ketika peluang datang. Bagaimana hal ini dimungkinkan? Ternyata orang-orang yang beruntung memiliki sikap yang lebih rileks dan terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru. Mereka lebih terbuka terhadap interaksi dengan orang-orang yang baru dikenal, dan menciptakan jaringan-jaringan sosial baru. Orang yang sial lebih tegang sehingga tertutup terhadap kemungkinan-kemungkinan baru.

Sebagai contoh, ketika Barnett Helzberg seorang pemilik toko permata di New York hendak menjual toko permatanya, tanpa disengaja sewaktu berjalan di depan Plaza Hotel, dia mendengar seorang wanita memanggil pria di sebelahnya: “Mr. Buffet!”Hanya kejadian sekilas yang mungkin akan dilewatkan kebanyakan orang yang kurang beruntung. Tapi Helzber berpikir lain, ia berpikir jika pria di sebelahnya ternyata adalah Warren Buffet, salah seorang investor terbesar di Amerika, maka dia berpeluang menawarkan jaringan toko permatanya. Maka Helzberg segera menyapa pria di sebelahnya, dan betul ternyata dia adalah Warren Buffet. Perkenalan pun terjadi dan Helzberg yang sebelumnya sama sekali tidak mengenal Warren Buffet, berhasil menawarkan bisnisnya secara langsung kepada Buffet, face to face. Setahun kemudian, Buffet setuju membeli jaringan toko permata milik Helzberg. Betul-betul beruntung.

2. Menggunakan intuisi dalam membuat keputusan
Orang yang beruntung ternyata lebih mengandalkan intuisi daripada logika. Keputusan-keputusan penting yang dilakukan oleh orang beruntung ternyata sebagian besar dilakukan atas dasar bisikan “hati nurani” (intuisi) daripada hasil otak-atik angka yang canggih. Angka-angka akan sangat membantu, tapi final decision umumnya dari “gut feeling”. Yang barangkali sulit bagi orang yang sial adalah, bisikan hati nurani tadi akan sulit kita dengar jika otak kita pusing dengan penalaran yang tak berkesudahan. Makanya orang beruntung umumnya memiliki metoda untuk mempertajam intuisi mereka, misalnya melalui meditasi yang teratur. Pada kondisi mental yang tenang, dan pikiran yang jernih, intuisi akan lebih mudah diakses. Dan makin sering digunakan, intuisi kita juga akan semakin tajam.

Banyak teman saya yang bertanya, “mendengarkan intuisi” itu bagaimana? Apakah tiba-tiba ada suara yang terdengar menyuruh kita melakukan sesuatu? Wah, kalau pengalaman saya tidak seperti itu. Malah kalau tiba-tiba mendengar suara yang tidak ketahuan sumbernya, bisa-bisa saya jatuh pingsan. Karena ini subyektif, mungkin saja ada orang yang beneran denger suara. Tapi kalau pengalaman saya, sesungguhnya intuisi itu sering muncul dalam berbagai bentuk, misalnya:
-Isyarat dari badan. Anda pasti sering mengalami. “Gue kok tiba-tiba deg-degan ya, mau dapet rejeki kali”, semacam itu. Badan kita sesungguhnya sering memberi isyarat-isyarat tertentu yang harus Anda maknakan. Misalnya Anda kok tiba-tiba meriang kalau mau dapet deal gede, ya diwaspadai saja kalau tiba-tiba meriang lagi.

-Isyarat dari perasaan. Tiba-tiba saja Anda merasakan sesuatu yang lain ketika sedang melihat atau melakukan sesuatu. Ini yang pernah saya alami. Contohnya, waktu saya masih kuliah, saya suka merasa tiba-tiba excited setiap kali melintasi kantor perusahaan tertentu. Beberapa tahun kemudian, saya ternyata bekerja di kantor tersebut.

3. Selalu berharap kebaikan akan datang
Orang yang beruntung ternyata selalu ge-er terhadap kehidupan. Selalu berprasangka baik bahwa kebaikan akan datang kepadanya. Dengan sikap mental yang demikian, mereka lebih tahan terhadap ujian yang menimpa mereka, dan akan lebih positif dalam berinteraksi dengan orang lain. Coba saja Anda lakukan tes sendiri secara sederhana, tanya orang sukses yang Anda kenal, bagaimana prospek bisnis ke depan. Pasti mereka akan menceritakan optimisme dan harapan.

4. Mengubah hal yang buruk menjadi baik
Orang-orang beruntung sangat pandai menghadapi situasi buruk dan merubahnya menjadi kebaikan. Bagi mereka, setiap situasi selalu ada sisi baiknya. Dalam salah satu tesnya Prof Wiseman meminta peserta untuk membayangkan sedang pergi ke bank, dan tiba-tiba bank tersebut diserbu kawanan perampok bersenjata. Dan peserta diminta mengutarakan reaksi mereka. Reaksi orang dari kelompok sial umunya adalah: “Wah sial bener ada di tengah-tengah perampokan begitu”. Sementara reaksi orang beruntung, misalnya adalah: “Untung saya ada di sana, saya bisa menuliskan pengalaman saya untuk media dan dapet duit”. Apapun situasinya, orang yang beruntung pokoknya untung terus. Mereka dengan cepat mampu beradaptasi dengan situasi buruk dan merubahnya menjadi keberuntungan.

Sekolah Keberuntungan
Bagi mereka yang kurang beruntung, Prof Wiseman bahkan membuka Luck School. Latihan yang diberikan Wiseman untuk orang-orang semacam itu adalah dengan membuat “Luck Diary”, buku harian keberuntungan. Setiap hari, peserta harus mencatat hal-hal positif atau keberuntungan yang terjadi. Mereka dilarang keras menuliskan kesialan mereka. Awalnya mungkin sulit, tapi begitu mereka bisa menuliskan satu keberuntungan, besok-besoknya akan semakin mudah dan semakin banyak keberuntungan yang mereka tuliskan. Dan ketika mereka melihat beberapa hari ke belakang Lucky Diary mereka, mereka semakin sadar betapa beruntungnya mereka. Dan sesuai prinsip “law of attraction”, semakin mereka memikirkan betapa mereka beruntung, maka semakin banyak lagi lucky events yang datang pada hidup mereka.

Kenapa Kita Butuh Mimpi Dalam Tidur?


Orang mengatakan waktu dapat menyembuhkan semua luka. Itu ternyata ada benarnya. Riset terbaru dari University of California, Berkeley, mengindikasikan bahwa lamanya waktu bermimpi ketika tidur dapat mengatasi penderitaan yang menyakitkan.

Peneliti UC Berkeley menemukan bahwa, selama fase mimpi dalam tidur, atau tidur rapid eye movement (REM), yaitu ketika bola mata bergerak cepat saat tidur, zat kimia stres dipadamkan dan otak memproses pengalaman emosional dan mengikis memori yang menyakitkan.

Temuan ini menawarkan sebuah penjelasan yang menarik soal mengapa orang yang menderita kelainan stres pasca-kejadian traumatis, seperti veteran perang, menemui kesulitan untuk pulih dari pengalaman yang membuatnya tertekan dan berulang kali dihantui mimpi buruk. Penelitian ini juga menawarkan jawaban mengapa kita bermimpi.

"Tahap mimpi tidur, berdasarkan komposisi neurokimianya yang unik, memberikan semacam terapi sepanjang malam, sejenis balsam menenangkan yang membuang semua hal yang tajam dari pengalaman emosional pada hari sebelumnya," kata Matthew Walker, dosen psikologi dan neuroscience di universitas itu yang terlibat dalam studi yang dipublikasikan dalam jurnal Current Biology.

Bagi penderita stres pasca-peristiwa traumatis, terapi malam ini mungkin tidak bekerja secara efektif. "Sehingga ketika kilas balik, misalnya dipicu oleh ban mobil meletus, mereka mengalami kembali seluruh pengalaman mengerikan itu karena emosinya tidak disingkirkan dari memori dengan benar selama tidur," kata Walker.

Hasil studi ini menawarkan berbagai informasi tentang fungsi emosional tidur REM, yang biasanya mencakup 20 persen dari waktu tidur seorang manusia sehat. 

Studi otak sebelumnya mengindikasikan bahwa pola tidur sehat itu tidak berjalan sebagaimana mestinya pada orang yang menderita kelainan seperti trauma dan depresi.

Diberdayakan oleh Blogger.